Minggu, 01 Juni 2014

KISAH HIKMAH

Balasan Kejujuran

Ada seorang lelaki miskin di Makkah yang mempunyai seorang istri yang salehah. Suatu hari istrinya berkata “Kita tidak punya makanan hari ini,” kepada suaminya. Sang suami langsung keluar rumah untuk mencari nafkah. Ia membantu mengangkat barang orang-orang di pasar, namun tak satu pun yang memberinya upah. Saat mendengar adzan dari Masjidil Haram ia langsung kesana, ia melakukan sholat dan berdoa.

Ketika ia keluar masjid, ia tersandung sebuah bungkusan, saat dibuka ternyata berisi banyak uang dinar. Kemudian ia pulang dan memberikan bungkusan itu. Ia juga menjelaskan asal-usul uang itu. Mendengar ceritanya, sang istri tidak mau menerima uang tersebut dan meminta suaminya agar mengungumkan temuannya itu. Tujuannya agar pemilik uang bisa mendapatkan kembali uangnya.

Saat ia akan kembali ke Masjidil Haram, di jalan banyak orang berkumpul. Mereka merubung seorang laki-laki yang kehilangan bungkusan uang. Lelaki itu menjelaskan secara rinci ciri-ciri bungkusan dan berapa banyak uang dinar yang ada didalamnya.  Lalaki itu juga meminta orang yang menemukan bungkusan uang untuk mengembalikan padanya.

Suami miskin itu pun maju dan mengembalikan bungkusan yang ia temukan. Namun pemilik uang itu menolak sambil berkata “Itu untukmu,” bahkan ia memberi  900 dinar lagi kepada si suami miskin itu. Penemu uang itu heran dan bertanya “Apakah engkau mengejekku dengan pura-pura memberi uang tambahan?” Lelaki itu menjawab “Sama sekali tidak. Ada orang kaya di Irak yang memberikan aku 1000 dirham. Orang itu berpesan agar aku meletakkan sebagian di Masjidil Haram. Jika ada orang mengembalikan uang itu sisanya harus diberikan ke orang jujur itu. Mudah-mudahan sedekahnya diterima Allah karena yang menerima uang itu orang yang jujur.”


Sembari berlinang airmata si miskin mengucapkan terima kasih, lalu menuju Masjidil Haram untuk melakukan thawaf dan sujud syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar